PENGADILAN AGAMA MEMPAWAH KELAS I-B

Jl. Raden Kusno No. 39, Mempawah, Telp / Fax. (0561) 691430 / 6693041, E-Mail. pa-mempawah@gmail.com

              

  

Dinasihati Majelis Hakim PA Mempawah, Anak di Bawah Umur Urung menikah

pernkahan anak
ilustrasi penolakan pernikahan anak dibawah umur

Mempawah – Pernikahan merupakan ikatan yang sakral, sehingga setiap insan berharap supaya pernikahannya langgeng sampai hari tua kelak. Namun terkadang, pernikahan tidak bisa bertahan lama, banyak faktor yang menyebabkan hal itu, diantaranya adalah soal ekonomi dan kematangan mental pasangan suami isteri, salah satunya tercermin dari umur pasutri yang belum cukup dewasa.

 

Terkait usia pernikahan sendiri, Indonesia telah mengaturnya dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan, Pasal 7 undang-undang tersebut telah menggariskan batas usia pria untuk menikah adalah umur 19 tahun, sedangkan batas usia wanita menikah adalah usia 16 tahun.

 

Hal ini pulalah yang terjadi pada anak Sadehri bin Marikan yang bernama Zainiyah. Semula dia akan menikah dengan calon suaminya yang bernama Mustofa Dahri. Namun karena Zainiyah masih belum cukup umur yakni masih berusia 14 tahun, rencana pernikahan tersebut ditolak KUA setempat karena alasan belum memenuhi persyaratan cukup umur. Karena itulah dia mengajukan perkara permohonan Dispensasi Kawin ke Pengadilan Agama Mempawah.

 

Hari ini (30/01/2019) persidangannya digelar,  Sadehri bin Marikan mengungkapkan anaknya tersebut ingin segera menikah dengan calon suaminya. Ketika dintanya Majelis Hakim tentang hal apa yang menjadikannya ingin sesegera mungkin menikahkan anaknya, ia tidak bisa memberikan penjelasan yang gamblang. Karena itu, dalam persidangan tersebut, Majelis Hakim yang terdiri dari Ahmad Zaky, SHI, MH, Fajar Hermawan, SHI, MEI dan Taufik Rahayu Syam, SHI, MSI ini memberikan penjelasan dan nasihat kepada Sadehri bin Marikan untuk menunggu (pernikahan anaknya) sampai usia anaknya tersebut genap 16 tahun.

 

“pernikahan usia muda sangat rentan terhadap perceraian karena mental dan psikologi pasangan belum dewasa, masih sangat labil. Sehingga ketika menghadapi problem-problem rumah tangga, sering kali pasutri muda kurang bisa berfikir logis dan cenderung terbawa perasaan dan nafsunya saja dan tidak memikirkan untuk masa depannya”  Terang Ketua Majelis Ahmad Zaki kepada calon pasutri muda tersebut.

 

Lebih jauh dikatakan, efek nikah muda adalah terkait kesehatan, khususnya bagi isteri atau calon ibu yang usianya masih anak-anak.

 

Majelis juga mengingatkan kepada saudara, khususnya calon isteri, pernikahan saudari yang masih dibawah umur ini sangat rentan terhadap kesehatan saudara apabila nanti mengandung. Karena menurut ilmu kedokteran, tulang panggul ibu muda belum lengkap, sehingga risiko kerusakan tulang panggul sangat tinggi, pasalnya bayi yang dilahirkan jauh lebih besar dari kemampuan tulang panggulnya. Sehingga proses persalinannya akan cukup sulit.” Terang Fajar Hernamawan, SHI, MEI yang turut menyidangkan perkara tersebut.

 

Setelah dinasihati Majelis Hakim, Sadehri bin Marikan selaku Pemohon dalam perkara tersebut dan juga Zainiyah dan Mustofa Dahri sebagai calon pasutri bersepakat untuk menunda dahulu pernikahan mereka sampai batas usia yang telah ditentukan undang-undang, sehingga tanpa ragu Sadehri bin Marikan mencabut perkaranya tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, Hakim Anggota Fajar Hernamawan, SHI, MH juga mengingatkan supaya tidak menikahkan anak dibawah tangan.

 

Nanti, jangan mentang-mentang sekarang perkaranya dicabut, lalu saudara menikahkan anak saudara dibawah tangan (tidak di KUA). Kalau hal itu dilakukan, justru itu akan merugikan anak saudara” terang Hakim asal Bogor Jawa Barat ini.

 

Menanggapi nasihat Hakim tersebut, Pemohon bertekad untuk tidak menikahkan anaknya tersebut dibawah tangan dan akan menunggu sampai batas waktu yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan.

 

Setelah persidangan selesai digelar, Anggota Majelis, Taufik Rahayu Syam, SHI, MSI mengharapkan masyarakat bisa mematuhi batas usia pernikahan tersebut.

 

walaupun ada lembaga dispensasi kawin di Pengadilan Agama, saya berharap masyarakat bisa mematuhi ketentuan batas usia pernikahan ini, aturan ini dibuat bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat, khususnya bagi pasutri tersebut, supaya dengan usia nikah yang sudah dewasa diharapkan pola pikir dan emosi lebih matang lagi karena tak jarang ketika pernikahan banyak problematika yang terjadi,”. Terang Taufik di ruang kerjanya hari ini.

Pilih Bahasa

enarhyazbgzh-CNnltlfrdeiwhuisiditmsesth

Pimpinan.

Dra. Hj. Taslimah, M.H

Wakil Ketua

Link Terkait

link pta ptk

link pa ptk

link pa bky

link pa sbs

link pa sgu

link pa stg

link pa ktp

link pa pts

link pa sui raya

link pa skw

link pa ng pinoh

Polling Pendapat

Apakah Web ini sudah memenuhi kebutuhan informasi anda?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

Pengunjung Online

277985
Hari iniHari ini64
KemarinKemarin264
Minggu iniMinggu ini714
Bulan iniBulan ini4592
Total PengunjungTotal Pengunjung277985
Statistik created: 2019-03-20T01:30:51+00:00
Asal Negara Pengunjung :52Dot206Dot226Dot77
US
UNITED STATES
US

This page uses the IP-to-Country Database provided by WebHosting.Info (http://www.webhosting.info), available from http://ip-to-country.webhosting.info

Galeri Kegiatan

Pesan Peradilan.