KETUA MAHAKAMAH AGUNG PIMPIN WISUDA PURNABAKTI KETUA PENGADILAN TINGGI AGAMA MAKASSAR SECARA DARING

Jakarta – Humas : Ketua Mahkamah Agung Dr. M. Syarifuddin, SH., MH pimpin acara wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H., secara virtual, pada hari Rabu, 2/12/2020, bertempat diruang Kusumaatmaja, lantai 14 gedung Mahkamah Agung.

prosesi wisuda Purnabakti dimasa pandemic covid – 19 yang diadakan secara virtual, semua itu - tak lain dan tak bukan merupakan wujud ikhtiar kolektif dalam rangka menjaga kesehatan bersama. Dimana prosesi daring ini tidak mengurangi kesakralan acara sedikit pun.

Dalam sambutannya Ketua Mahkamah Agung mengatakan bahwa Ada banyak momen istimewa dalam fase kehidupan setiap orang yang layak diabadikan sebagai suatu kenangan historis. Saya yakin, bagi Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H., salah satu momen tersebut adalah wisuda purnabakti yang kita laksanakan hari ini. Sebab, hari ini beliau akan mencapai puncak keparipurnaan dalam mengemban amanah sebagai Hakim, sekaligus mengakhiri masa bakti sebagai Ketua Pengadilan Tingkat Banding yang merupakan puncak karir tertinggi bagi seorang Hakim pada tingkat judex factie. Oleh karena itu, prosesi wisuda Purnabakti ini pada hakikatnya merupakan bentuk penghargaan dari Negara bagi Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H yang telah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna.

Lebih lanjut M. Syarifuddin, menambahkan Capaian membanggakan yang telah diraih oleh Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H patut diapresiasi. Tidak semua Hakim Tinggi memiliki kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Pengadilan Tingkat Banding. Terlebih sebagai seorang hakim perempuan, di mana saat ini hanya ada 4 (empat) orang saja hakim perempuan yang diamanahi sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama di antara 29 Pengadilan Tinggi Agama yang ada di seluruh Indonesia, dan Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H merupakan salah satu di antaranya. Tentunya, prestasi langka ini hendaknya diteladani oleh para srikandi peradilan lainnya di tanah air.

perjalanan karir Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H., kiranya dapat memberikan motivasi kepada jajaran insan peradilan dalam menemukan arti sebuah pengabdian. Lebih kurang 44 tahun lamanya beliau mendedikasikan hidup di lembaga yudikatif ini, baik sebagai pegawai maupun hakim.

“Sebagai seorang hakim yang telah mengabdi selama empat dasawarsa, tentu tidak sedikit pula jejak yang telah ditinggalkan oleh Ibu Dr. Hj. Aisyah Ismail, S.H., M.H melalui putusan-putusannya di meja persidangan. Kita percaya, bahwa jika putusan itu terlahir dari kombinasi pertimbangan nurani diserta basis keilmuan yang benar, maka semua itu akan menjadi ladang amal yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT, hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam sabda Rasulullah SAW.: “Setiap kali engkau berbuat adil di antara 2 orang, itu merupakan amal yang bernilai sedekah bagimu”. (Hadits Riwayat Bukhari–Muslim). Lebih tegas, Rasulullah Saw juga menyatakan bahwa setiap ijtihad yang disumbangkan hakim setiap kali memutus perkara tidak akan pernah sia-sia, selama ijtihad tersebut bersumber dari olah pikir berlandaskan pengetahuan disertai sikap integritas. Rasulullah Saw. bersabda: “Apabila seorang hakim berijtihad sesuai keilmuannya, dan ijtihadnya melahirkan putusan yang benar, maka ia mendapatkan 2 pahala. Dan apabila hakim tersebut telah berijtihad sesuai keilmuannya, dan ternyata ijtihadnya itu melahirkan putusan yang keliru, maka ia tetap mendapat 1 pahala.” (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim)”, ujar Mantan Kepala Badan Pengawasan.

Diakhir sambutan, KMA mengungkapkan bahwa rutinitas sebagai Hakim untuk memeriksa dan memutus perkara telah berakhir, namun bakti kepada keluarga, masyarakat dan Negara tidak akan pernah berhenti hingga akhir hayat. Oleh karena itu sebagai anggota korps Hakim dan warga Peradilan saya berharap Ibu tetap menjalin komunikasi dan tali silaturahim dengan segenap insan peradilan, Mahkamah Agung maupun ibu-ibu Dharmayuktikarini.

Acara purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar diikuti oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Ketua Kamar Agama, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Ketua Umum Dharmayukti Karini dan Para Ketua Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia, serta Ketua Pengadilan Agama se wilayah Sulawesi Selatan secara daring. (Humas)

Prosedur Berperkara

Pengadilan Agama Mempawah memberikan petunjuk bagi masyarakat pencari keadilan untuk mengajukan perkaranya ke Pengadilan. Dalam penjelasan ini, anda akan menerima penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan manakala akan mendaftarkan perkaranya di Pengadilan Agama Mempawah

Lebih Lanjut

Artikel Hukum

Kolom artikel ini umumnya ditulis oleh para Hakim ataupun aparatur di lingkungan Peradilan Agama. Banyak tema-tema penting dan menarik yang disajikan oleh para penulisnya. Kebanyakan tema yang ditulis adalah seputar dunia hukum dan peradilan, khususnya tema-tema yang berkaitan dengan kewenangan Peradilan Agama di Indonesia. Selamat membaca.

Lebih Lanjut

Mahkamah Agung RI on Live Broadcasts

Sajian Live Streaming oleh akun resmi Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam berbagai event resmi kenegaraan dapat disaksikan secara faktul dan aktual. Sebuah fakta yang memang dianggap penting dan harus segera disampaikan pada para pencari keadilan.

Lebih Lanjut

e-Court Mahkamah Agung Republik Indonesia

Adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar (saat ini dikhususkan bagi Advokat) untuk pendaftaran perkara, mendapatkan taksiran panjar biaya perkara dan pembayaran secara online serta pemanggilan yang dilakukan dengan saluran elektronik.

Lebih Lanjut


  • Prosedur Bantuan Hukum
  • Prosedur Permohonan Informasi
  • Pengaduan

Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Tidak Mampu

posbakumMahkamah Agung RI pada tanggal 9 Januari 2014 telah menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan.

lebihlanjut

 

Tata Cara Permohonan Informasi

informasiSecara umum tatacara memperoleh layanan informasi adalah sebagai berikut a. Prosedur Biasa; dan b. Prosedur Khusus. a. Permohonan disampaikan secara tidak langsung, baik melalui surat atau media elektronik; b. Informasi yang diminta bervolume besar; c. Informasi yang diminta belum tersedia; atau d. Informasi yang diminta adalah informasi yang tidak secara tegas termasuk dalam kategori informasi yang harus diumumkan atau informasi yang harus tersedia setiap saat dan dapat diakses publik

lebihlanjut

Syarat Dan Tata Cara Pengaduan

pengaduanSyarat dan tata cara pengaduan mengacu pada Lampiran Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI No. 076/KMA/SK/VI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Penanganan Pengaduan di Lingkungan Lembaga Peradilan.

lebihlanjut

Realisasi Anggaran
Realisasi Anggaran
Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran
Ringkasan Keadaan Perkara
Keadaan Pegawai