Pacu Kinerja Kepaniteraan, Panitera PA Mempawah Pimpin Rakor Terbatas

Foto: Suasana rapat terbatas kepaniteraan

 

Mempawah – Siang hari ini (02/06), Panitera Pengadilan Agama (PA) Mempawah Renny Susanti, S.Ag memimpin rapat koordinasi bagia Kepaniteraan. Seluruh anggota kepaniteraan yang terdiri dari Para Panmud, Panitera Pengganti dan Juru Sita bersama-sama membahas setiap permasalahan yang ada di kepaniteraan. Pertemuan ini juga sebagai ajang evaluasi kinerja Kepaniteraan.

Dalam rapat tersebut, Renny menyampaikan evaluasinya tentang tupoksi bagian kepaniteraan. Salah satu yang disorot adalah tentang penggunaan instrumen keperkaraan dan pembuatan berita acara sidang. Dalam arahannya, ia mewanti-wanti seluruh jajarannya untuk menjadikan instrumen sebagai instruksi kerja sehingga pola kinerja bisa lebih cepat.

pada kesempatan ini, saya mewanti-wanti kepada teman-teman, bahwa instrument-instrumen keperkaraan yang ada sekarang itu jangan dianggap remeh, itu penting sekali sebagai tanda kita melaksanakan kinerja, contohnya ketika ada instrument panggilan, maka kita sebagai Panitera Pengganti harus cepat-cepat menyampaikan ke Juru Sita, karena itu merupakan perintah Majelis, sehingga dengan adanya instrument ini lebih cepat kita bekerja. Dan jangan lupa instrumen tersebut di arsipkan, karena itu eviden dalam pola kerja kita” Tegas Panitera kelahiran Ketapang ini.

Disamping itu, Kepaniteraan PA Mempawah pun akan mengevaluasi instrumen-intsrumen yang sudah digunakan, apakah sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan atau belum, juga akan mencari instrumen-instrumen apa yang belum digunakan dalam penanganan  perkara.

Adapun terkait berita acara sidang, Ia pun memotivasi kolega-koleganya supaya bisa membuat berita acar sidang yang ideal, karena menurutnya berita acara sidang merupakan mahkotanya Panitera Pengganti. Oleh karena itu, ada baiknya seluruh Panitera Pengganti untuk membuka kembali buku-buku yang terkait kepaniteraan dan juga bisa bertanya kepada para Hakim.

Teman-teman, kalau para Hakim sering mengistilahkan putusan sebagai mahkota hakim, kita juga sama, berita acara sidang merupakan mahkotanya para panitera sidang, oleh karenanya kita harus terus mengasah kemampuan kita dalam membuat berita acara sidang, caranya kita bisa membuka kembali biku-buku dan juga bisa bertanya kepada para Hakim yang ada” Cetusnya.

Terakhir, Renny Susanti mengingatkan seluruh jajaran kepaniteraan untuk mengisi aplikasi Lembar Laporan Kinerja (LLK) yang sudah disediakan Mahkamah Agung. Menurutnya laporan tersebut merupakan bukti dari kinerja sehari-hari dan sebagai bahan pimpinan untuk memberikan penilaian kepada bawahannya.  (TRS)