Alur Pengajuan Perkara

ALUR PENGAJUAN PERKARA DI PENGADILAN AGAMA MEMPAWAH KELAS 1B

TAHAP 1

  1. Para pihak datang ke Pengadilan Agama Mempawah.
  2. Apabila memerlukan informasi tentang prosedur berpekrara, para pihak dapat menayakan ke Layanan Informasi.
  3. Setelah para pihak menerima infomrasi yang di perlukan, maka tahap selanjutnya adalah Pembuatan Surat gugatan/permohonan sebagai salah satu syarat pendaftaran perkara.
  4. Apabila para pihak tidak dapat membuat surat gugatan sendiri, para pihak dapat meminta jasa Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) untuk membuatkan  surat gugatan/permohonan;

TAHAP 2

  1. Para pihak mendatangi Layanan Pendaftaran dengan menyerahkan surat gugatan/permohonan dan salinannya sebanyak 8 (delapan) rangkap, fotocopi akta nikah (khusus perkara cerai), Fotocopy Karu Keluarga/KTP, Surat asli izin atasan (perceraian PNS), Surat Keterangan Desa (Bagi lawannya yang tidak diketahui alamatnya/ghoib);
  2. Petugas Layanan Pendaftaran dan atau Kasir akan menaksir biaya panjar perkara;
  3. Setelah biaya panjar perkara dihitung, para pihak menyetor panjar biaya perkara ke Bank BNI denga nomor rekening 561691430 - 7 a.n RPL 042 PDT PA Mempawah untuk biaya perkara;
  4. Setelah menyetor via Bank BNI, petugas Layanan Pendaftaran akan memproses pendaftaran tersebut dan data-data pihak akan di input ke aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP);
  5. Setelah semua proses pendaftaran selesai, petugas Layanan Pendaftaran akan menyerahkan kembali formulir-formulir berupa Surat gugatan/permohonan, SKUM ke para pihak;
  6. Pendaftaran selesai, Para pihak tinggal menunggu panggila sidang dari Pengadilan Agama Mempawah;

TAHAP 3.

  1. Berkas perkara kemudian oleh petugas di serahkan ke Ketua Pengadilan untuk dibuatkan Penetapan Majelis Hakim (PMH);
  2. Setelah itu, petugas akan menyerahkan berkas perkara ke Panitera untuk ditetapkan Panitera Pengganti dan Juru Sita/Juru Sita Pengganti;
  3. Setelah itu, petugas akan menyerahkan berkas perkara ke Ketua Majelis untuk ditetapkan hari sidangnya;
  4. Setelah Ketua Majelis menetapkan hari sidang, kemudian Juru Sita/Juru Sita memanggil para pihak (Penggugat dan Tergugat);

TAHAP 4

  1. Setelah para pihak dipanggil secara resmi dan patut oleh Juru Sita/Juru Sita Pengganti pada hari dan tanggal yang telah ditetapkan tersebut;
  2. Para pihak mengikuti proses persidangan;
  3. Apabila selama persidangan kedua pihak (Penggugat dan Tergugat) hadir di persidangan, urutan proses persidangan adalah sebagai berikut: (1). Mediasi, (2) Baca Gugatan, (3). Jawaban Tergugat, (4). Replik dari Penggugat, (5). Duplik dari Tergugat, (6). Pembuktian (dari Penggugat dan Tergugat), (7). Kesimpulan, (8). Musyawarah Majelis Hakim, (9) Pembacaan hasil musyawarah (Putusan);
  4. Dalam proses persidangan tersebut, dimungkinkan pula ada tahapan proses rekonvensi, pengajuan sita, descente (pemeriksaan setempat) dll;
  5. Pembacaan putusan merupakan rangkaian akhir persidangan pada tingkat pertama;

TAHAP 5

  1. Apabila para pihak keberatan atas putusan yang telah dijatuhkan tersebut, maka para pihak berhak mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Agama Pontianak;
  2. Namun apabila para pihak tidak mengajukan upaya hukum banding, maka setelah 14 hari kedepan (hari yang ke 15), putusan tersebut akan berkekuatan hukum tetap;
  3. Setelah putusan berkekuatan hukum tetap (BHT), khusus perkara cerai gugat, para pihak dapat mengambil akta cerai di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) bagian Layanan Produk Pengadilan;
  4. Apabila perkara cerai talak, setelah BHT Ketua Majelis akan menentukan hari dan tanggal sidang pengucapan ikrar talak dan para pihak akan dipanggil lagi untuk persidangan tersebut. Setelah persidangan dilaksanakan, maka para pihak akan mendapatkan akta cerai dan bisa dimintakan di PTSP bagian Layanan Produk Pengadilan;
  5. Untuk perkara non cerai, khususnya perkara kebendaan atau perkara cerai yang didalamnya terdapat pembebanan-pembebanan pasca perceraian, apabila lawan yang dikalahkan tidak melaksanakan secara sukarela, maka pihak yang menang dapat mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Agama Mempawah;