823 AKHIRNYA SENGKETA HARTA BERSAMA BERAKHIR DAMAI

Akhirnya Sengketa Harta Bersama, Berakhir Damai

Foto: Mediator Taufik R. Syam berfose dengan para pihak setelah mediasi

Kabar Berita || www.pa-mempawah.go.id

Mempawah – Perceraian suami isteri terkadang menyisakan sengketa baru karena belum tuntasnya persoalan akibat perceraian, tak jarang sengketa tersebut membuat luka lama kembali bersemi, salah satu perkara yang banyak disengketakan pasca perceraian adalah terkait harta yang di peroleh selama mereka menikah atau yang lazim disebut harta gono gini atau harta bersama.

Seperti halnya yang dialami oleh Nursiah binti Ismail, ia tidak puas terkait pembagian harta gono gini yang dibagi suaminya Japri bin Rahmad. Maka Nursiah sebagai Penggugat mengajukan perkara Penyelesaian gugatan harta bersama ke Pengadilan Agama Mempawah dan terdaftar di Kepaniteraan PA Mempawah dengan Nomor Perkara 108/Pdt.G/2020/PA.Mpw, tanggal 09 Maret 2020.

Berdasarkan pantauan redaktur pa-mempawah.go.id, pada SIPP PA Mempawah, terdapat beberapa jenis harta yang dipersoalkan Penggugat dalam perkara ini, antara lain Tanah, rumah, kebun yang terletak di beberapa lokasi dan juga perabotan rumah tangga.

Kasus ini cukup unik, karena perkara ini ternyata berhasil di mediasi setelah melewati serangkaian proses persidangan yang panjang, bahkan menjelang agenda kesimpulan. Seperti yang diceritakan oleh Ketua Majelis perkara ini, yakni Suraida, S.HI. Menurutnya, sejak awal persidangan Tergugat tidak pernah datang ke persidangan, bahkan agenda persidangan descente pun telah dilaksanakan.

Begini, jadi perkara ini sejak awal Tergugat nya tidak hadir, padahal sudah di panggil petugas, maka kami lanjutkankah persidangan demi persidangan, bahkan kami sudah melaksankan descente segala, pada saat descente itulah Tergugat hadir dan kami beritahu untuk hadir pada sidang berikutnya, pada sidang itulah kami tawarkan mediasi dan mereka akhirnya mau melakukan mediasi” terang Hakim yang pernah tugas di Palopo Sulawesi Selatan ini.

Pada saat mediasi itulah harapan damai mulai tampak, Taufik Rahayu Syam, S.H.I, M.S.I yang ditunjuk Majelis Hakim sebagai mediator pada perkara tersebut tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Menurutnya, sebagai mediator ia berusaha untuk menghilangkan dan meminimaisir nada-nada ketegangan yang ada pada kedua belah pihak, ia pun lebih menekankan pada aspek psikologi para pihak dengan memunculkan sentimen kasih sayang dengan menitik beratkan pada kepentingan anak-anak mereka untuk mengakhiri sengketa tersebut.

saya sebagai mediator yang ditunjuk, berusaha untuk memframing statmen-statemen para pihak supaya tidak berubah tegang antara keduanya, alhamdulilah nampaknya suasana mulai kondusif, pas ketika kondusif itulah saya menyentil hati mereka bedua untuk berusaha menemui titik kesepakatan, bahkan saya berusaha untuk menyentuh sisi psikologi mereka dengan menitik beratkan pada kepentingan masa depan anak-anak mereka dan alhamdulilah mediasi ini akhirnya berhasil juga”  Terang alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Mediasi ini telah dilaksanakan dua kali, yaitu pada tanggal 25 Juni 2020 dan tanggal 30 Juni 2020, pada mediasi terakhir ini lah kedua belah pihak menanda tangani kesepakatan damai dan pada akhirnya Majelis Hakim mengukuhkannya dengan akta van dading. Adapun isi kesepakatan damai tersebut dapat di lihat di direktori Putusan PA Mempawah sebagaimana link berikut (https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/510aab139529dbed736769c5cb4cffdc.html) (Firza)