812 LAKSANAKAN DESCENTE PERKARA HARTA BERSAMA HAKIM KOMISARIS PERIKSA RUMAH DAN KENDARAAN

Laksanakan Descente Perkara Harta Bersama, Hakim Komisaris Periksa Rumah dan Kendaraan

Foto: hakim dan petugas sedang memngukur luas tanah

Kabar Berita | www.pa-mempawah.go.id

Mempawah – Salah satu tujuan dilakukannya pemeriksaan setempat (deschente) adalah supaya Majelis Hakim megetahui secara real keadaan objek sengketa. Objek sengketa tersebut setelah diperiksa, apakah telah sama sebagaimana yang sudah di dalilkan para pihak. Misalkan saja apabila objeknya berupa tanah, apakah ukuran dan batas-batasnya sama dengan yang didalilkan para pihak, ataupun bila itu kendaraan bermotor, apakah nomor polisi, nomor rangka apakah sama dengan yang tertera dalam gugatan atau apakah objek segketa tersebut masih ada atau sudah berpindah tangan. Minimal hal-hal itulah yang digali ketika pelaksanaan pemeriksaan setempat (descente).

Seperti pada hari Senin ini (08/06/2020), dua hakim komisaris yang menyidangkan perkara 65/Pdt.G/2020/PA.Mpw Taufik Rahayu Syam, S.H.I, M.S.I. dan Munawir, S.E.I serta didampingi Panitera Pengganti Juriah Wati, S.E.I serta dua orang petugas ukur Wardiansyah, S.H.I dan Suriansyah, Am.Kep melaksanakan pemeriksaan setempat (PS) yang berlokasi di Jalan Gst M. Taufik, RT 019, RW 006, Kelurahan Terusan Kecamatam Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah.

Di lokasi tersebut akan diperiksa beberapa objek sengketa antara lain: Satu unit tanah dan bangunan, satu Kendaraan Mobil dan dua Kendaraan roda dua. Pada pelaksanaan PS tersebut selain dihadiri oleh pihak Penggugat dan Kuasa Hukumnya serta pihak Tergugat, juga turut dihadiri oleh Lurah Terusan.

Dari hasil pengukuran tanah dan bangunan tersebut, Ketua Majelis dihadapan para pihak menjelaskan bahwa petugas sudah mengukur tanah tersebut dan nanti akan dihitung berapa meternya, adapun terkait kendaraan mobil dan dua buah motor ditemukan fakta bahwa kendaraan-kendaraan tersebut layak jalan dan identitas kendaraan-kendaraan tersebut telah sesuai dengan dalil-dalil yang disebutkan para pihak.

Setelah selesai memeriksa objek sengketa, pihak tuan rumah yang tak lain pihak Penggugat sebetulnya meminta Majelis Hakim dan rombongan untuk sekedar mencicipi masakan yang sudah dihidangkan tuan rumah, namun dengan halus, Hakim pemeriksa Munawir, S.E.I. menolak ajakan tersebut. Terkait hal itu, ia menjelaskan kepada redaktur pa-mempawah.go.id bahwa ajakan tersebut memang seharusnya harus ditolak karena hal itu tidak etis walaupun mungkin para pihak ikhlas-ikhlas aja, namun menjelaskannya harus etis pula.

apabila para pihak meminta kita untuk makan bersama, wajib kita menolaknya karena itu melanggar etik, maka sekarang budaya-budaya seperti itu memang harus kita hindari, terlepas dari para pihak nya itu ikhlas atau tidak, seperti tadi beliau pasti ikhlas, apalagi budaya melayu memang selalu ingin menghormati tamu, tapi tentu kita harus bersikap, lama lama para pihak berperkara juga akan segan untuk melakukan hal itu lagi”  Terang Hakim yang sebentar lagi akan dipromosikan sebagai Wakil Ketua ini. (Firza)