748 SAMBANGI PA MEMPAWAH KPTA PONTIANAK BERIKAN PEMBINAAN DAN APRESIASI K3 PA MEMPAWAH

Arsip Berita

Sambangi PA Mempawah, KPTA Pontianak Berikan Pembinaan dan Apresiasi K3 PA Mempawah

KPTA Pontianak berfoto dengan sebagian PA Mempawah

Mempawah – Pada hari ini (20/02/2020), Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak, Dr. Drs. H. Firdaus Muhammad Arwan, SH, MH kembali menyambangi Pengadilan Agama (PA) Mempawah. Tercatat kunjungannya hari ini merupakan kali ketiga setelah beliau dilantik sebagai orang nomor satu di PTA Pontianak.

Kegiatan “blusukan” ini merupakan agenda KPTA ke beberapa Pengadilan Agama yaitu ke Pengadilan Agama Mempawah, Pengadilan Agama Singkawang dan Pengadilan Agama Sambas. Sesampainya di Pengadilan Agama Mempawah, tanpa diduga KPTA langsung memeriksa halaman belakang kantor PA Mempawah. Maklum saja hal ini dilakukan, karena pada kunjungan sebelumnya, bagian belakang kantor PA Mempawah mendapat sorotan tajam dari beliau, lantaran terlihat kurang rapi.  

Namun pada kunjungan kali ini, KPTA memuji PA Mempawah yang tanggap mengevaluasi arahan KPTA Pontianak tersebut.

“Kunjungan kali ini, saya benar-benar bisa tersenyum, karena ketika saya sampai disini, saya langsung memeriksa bagian belakang kantor dan ternyata sekarang sudah tertata rapih dan bersih, berarti PA Mempawah sudah memperbaiki keadaan yang dulu ketika saya kesini masih berantakan” tutur lulusan Doktor UII Yogyakarta ini.

 

KPTA Pontianak (tengah) sedang menyampaikan Pembinaan

Dalam kesempatan tersebut, KPTA menyampaikan pembinaan kepada seluruh pegawai PA Mempawah, salah satu hal yang disnggung adalah mengenai mutasi pegawai. Sebagai seorang pimpinan, KPTA mengaku sangat mengetahui keadaan Sumber Daya Manusia di setiap Pengadilan Agama di wilayah Kalimantan Barat. Oleh karena itu, dirinya mengaku telah memetakan Sumber Daya Manusia anak buahnya tersebut, bahkan soal mutasi ini, dirinya tidak ingin mempersulit anak buahnya tersebut.

“Bagi saya, bila saya memutasi pegawai, kalau bisa mutasi yang bisa menyenangkan”. Tuturnya di hadapan seluruh Pegawai PA Mempawah.

Pada kesempatan itu juga, KPTA Pontianak mempersilahkan seluruh Pegawai PA Mempawah untuk mengajukan pertanyaan apapun termasuk keinginan pegawai untuk mutasi ke tempat yang diinginkan, tak ayal lagi kesempatan ini dimanfaatkan betul oleh para Pegawai PA Mempawah untuk mengajukan pertanyaan dari soal curhat ingin pindah sampai pertanyaan soal hukum.

Sepeti halnya Yusmaniar, SH. Panitera Muda Permohonan (Panmud) PA Mempawah ini mengaku tinggal bersama keluarganya di Kota Pontianak dan telah bertugas di PA Mempawah lebih kurang sudah 13 tahun. Karena hal tersebut, ia mengutarakan keinginannya untuk mutasi ke Pengadilan Agama yang lebih dekat dengan rumahnya.

saya sudah 13 tahu Pak bertugas disini (PA Mempawah), kalau bisa saya ingin dimutasi ke PA Pontianak atau saya tidak masalah ke PA Sungai Raya juga supaya bisa dekat dengan rumah” tandasnya sambil berharap.

Menanggapi hal tersebut, KPTA Pontianak menegaskan bahwa dirinya sudah memikirkan itu, namun masalahnya di PA Pontianak sendiri jabatan Panmud sudah terisi, adapun mutasi ke PA Sungai Raya kurang elok karena turun kelas.

Saya sudah memikirkan keinginan Yusmaniar ini, namun masalahnya di PA Pontianak sendiri, jabatan Panmud sudah terisi, apalagi kalau harus ke Sungai Raya, masa rela mau jadi PP (Panitera Pengganti) biasa,. Padahal disini kan Yusmaniar sudah puluhan tahun jadi Panmud, ya idealnya menduki jabatan yang sama atau naik jadi Panitera” Terangnya.

Lain lagi dengan pertanyaan Ahmad Zaky, SHI, MH. Hakim berdarah Makasar ini mempertanyakan kejelasan tentang pengajuan Isbat Nikah yang salah satu pasangannya sudah meninggal dunia.

Walaupun sudah pernah dibahas di Rakerda kemarin, namun masalah ini belum jelas bagi kami, yaitu tentang Isbat Nikah yang salah satu pasangannya sudah meninggal dunia, apakah pengajuannya di kontensius-kan atau di voluntairkan, bilamana anaknya atau ahli warisnya tidak keberatan terhadap pengajuan isbat nikah tersebut”. Tanya Hakim alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Menanggapi pertanyaan ini, KPTA Pontianak menegaskan bahwa terkait kasus ini, anak kandung jangan dijadikan pihak tapi yang dijadikan pihak adalah orang terdekat dari si mayit semisal orang tua atau saudara. Adapun jenisnya harus kontensius.

Jadi kalau ada kasus tersebut, anak kandung jangan dijadikan pihak lawan atau Termohon karena hal ini tidak masuk teori perlawanan. Akan tetapi jadikan orang terdekat dari si mayit sebagai pihak Termohon, adapun perkaranya tetap harus di kontensiuskan, jangan di voluntairkan supaya ada kehati-hatian” tandasnya.

Mengakhiri kunjungannya hari ini di Pengadilan Agama Mempawah, Ketua PTA Pontianak Dr. Drs. H. Firdaus Muhammad Arwan, SH, MH menyempatkan diri berfose dengan sebagian pegawai Pengadilan Agama Mempawah sebelum berinjak melanjutkan perjalanan ke PA Singkawang dan PA Sambas. (TRS)