722 PASANGAN MUDA DOMINASI PERCERAIAN DI PA MEMPAWAH

Arsip Berita

Pasangan Muda Dominasi Perceraian di PA Mempawah

Foto: Ilustrasi Perceraian

Mempawah | www.pa-mempawah.go.id

Permasalahan rumah tangga terkadang sulit ditebak, sepelik apapun permasalahannya terkadang bisa diselesaikan dengan cara damai, tapi tidak sedikit pula yang harus berakhir di meja hijau. Seperti hal nya selama tahun 2019 ini, Pengadilan Agama Mempawah telah menerima perkara perceraian sebanyak 391 perkara.

Dalam laporan yang di liris Pengadilan Agama Mempawah, pasangan muda menempati urutan teratas dalam perkara perceraian. Berikut data tentang usia perceraian di PA Mempawah.

  1. Usia dibawah 19 tahun sebanyak 3 perkara (0,77 %),
  2. Usia 19- 25 tahun sebanyak 67 perkara (17,13 %);
  3. Usia 26- 30 tahun sebanyak 102 perkara (26,09 %)
  4. Usia 31- 45 tahun sebanyak 176 perkara (45,03 %);
  5. Usia 46 – 50 tahun sebanyak 27 perkara (6,90 %);
  6. Usia 51 – 55 tahun sebanyak 11 perkara (2,81 %);
  7. Usia 56 tahun ke atas sebanyak 5 perkara (1,27 %);

Dari data tersebut, terlihat usia pasutri usia 30-an mendominasi,  bahkan usia 26 tahunan terlihat menempati posisi kedua.

Informasi tentang banyaknya usia muda yang mengajukan perceraian ini, barang kali dapat dijadikan pijakan bagi instansi terkait yang ada di Kabupaten Mempawah untuk lebih menggencarkan pembinaan bagi pasutri yang akan menikah supaya tidak terjerumus pada juran perceraian.

Terlebih saat ini Pemerintah sedang mewacanakan sertifikat pra nikah. Tentu saja tujuannya bukan untuk menghambat pernikahan warga Negara, justru bagaimana supaya pasutri yang akan melangsungkan pernikahan sudah siap lahir batin dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Pada tahun 2019 yang lalu, dari total 447 perkara perceraian yang telah di putus Majelis Hakim PA Mempawah ,  sebanyak 375 perkara diputus Kabul, 2 perkara di tolak, 7 perkara tidak diterima (NO), 3 perkara gugur dan 7 perkara dicoret dari register. (TRS)