696 TERKAIT PRAKTEK PENANGANAN PERKARA WAKIL KETUA PTA PONTIANAK INGATKAN HAL INI

Terkait Praktek Penanganan Perkara, Wakil Ketua PTA Pontianak Ingatkan Hal ini

Wakil Ketua PTA Pontianak (Tengah) tengah memberikan pembinaan

Mempawah | www.pa-mempawah.go.id

Bedah Berkas perkara menjadi salah satu bahan Pembinaan yang dilaksanakan Yang Mulia Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak Drs. M Shaleh, M.Hum. di Pengadilan Agama (PA) Mempawah pada hari Senin (09/12) kemarin. Dari hasil penelaahan yang dilaksanakan Wakil Ketua tersebut, ia mengingatkan kembali kalau tidak dikatakan mengoreksi praktek yang biasa dilaksanakan selama ini.

Hal pertama yang disorot orang nomor dua di PTA Pontinak ini adalah terkait relaas panggilan. Sambil melihat-lihat berkas perkara yang dijadikan sample olehnya, menurutnya, berita acara yang tertera di relaas panggilan tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam relaas panggilan tersebut tertulis, Jurusita tidak bertemu dengan pihak Tergugat, maka Jurusita menyampaikan panggilan tersebut ke Kepala Desa setempat untuk disampaikan kepada yang bersangkutan. Nah, penyampaian dan berita acara relaas ini tidak sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2017”. Terang Hakim kelahiran Bangkalan-Madura, 63 tahun silam ini.

Menurutnya, SEMA No. 1 Tahun 2017 telah mengatur, ketika Jurusita atau Jurusita Pengganti tidak bertemu dengan pihak yang bersangkutan, maka Jurusita harus menyampaikan relaas tersebut kepada kepala desa atau lurah setempat, kemudian relaas yang telah ditanda tangani lurah/desa tersebut di fotocopi dan disampaikan kembali kepada pihak keluarga atau orang dekat pihak yang dipanggil.

Hal lain yang disampaikan olehnya ialah tentang agenda mendamaikan kedua belah pihak dan menunda persidangan dalam perkara selain perceraian. Menurut alumnus STIH IBLAM Jakarta ini, agenda mendamaikan para pihak di setiap persidangan merupakan ketentuan khusus yang hanya ada dalam perkara perceraian. Selain perkara perceraian, Hakim tidak diwajibkan memberikan nasihat atau arahan untuk berdamai.

mendamaikan para pihak di setiap sidang itu merupakan lex specialis, karenanya apabila dalam perkara harta bersama atau gugat waris, Hakim tidak harus mendamaikan para pihak di setiap persidangan. Jadi jangan sampai karakter penanganan perkara perceraian dibawa-bawa ketika menangani perkara kebendaan” Terangnya kepada seluruh pegawai PA Mempawah.

Wakil Ketua PTA Pontianak berfose dengan seluruh pegawai PA Mempawah setelah pembinaan

Selain itu, ia pun menyoroti seringnya penundaan sidang karena pihak lawan berkali-kali tidak hadir. Menurutnya, menunda persidangan karena pihak lawan tidak hadir itu merupakan lex specialis yang khusus dilakukan dalam perkara perceraian. Adapun dalam perkara selain perceraian, pemanggilan ulang terhadap pihak tidak hadir tersebut cukup dilakukan sebanyak 2 (dua) kali saja. Apabila setelah itu pihak lawan tidak kunjung hadir juga, maka tidak perlu lagi dipanggil ulang.

Coba lihat Pasal 150 Rbg, disana tertulis panggil ulang itu hanya cukup dua kali. Oleh karenanya dalam perkara selain perceraian, pihak lawan yang tidak hadir itu cukup dipanggil dua kali saja, selebihnya bila dia tidak hadir tidak perlu dipanggil lagi. Berbeda dengan perkara perceraian, disana ada lex specialis-nya, setiap lawan tidak hadir harus dipanggil ulang” terangnya.

Hal lain yang dosoroti dalam pembinaan tersebut adalah terkait perkara isbat nikah contensius (ada lawan). Menurutnya, ia banyak menemukan isbat nikah yang menjadikan anak-anaknya atau ahli waris lain sebagai pihak lawan atau Termohon, padahal anak-anak atau ahli waris tersebut tidak keberatan dengan adanya pengajuan isbat nikah tersebut. Menurutnya, Praktek tersebut tidak sesuai dengan asas hukum. Karena pada dasarnya, keberadaan lawan dalam sebuah perkara itu karena memiliki kepentingan yang berbeda. Sehingga apabila kepentingannya sama khususnya dalam perkara isbat nikah ini, tidak perlu ada pihak lawan. Dengan demikian, apabila ada pihak pihak mengajukan isbat  nikah yang mana semua pihak, termasuk ahli warisnya menyetujui pengajuan isbat nikah tersebut, maka perkaranya diajukan secara voluntair oleh seluruh ahli warisnya.

Pembinaan dari Yang Mulia Wakil Ketua PTA Pontianak ini sendiri hanya dijadwalkan satu hari saja yaitu hari Senin Kemarin. Selepas dari PA Mempawah, rencananya Wakil Ketua PTA Pontianak dan rombongan akan lanjut ke Pengadilan Agama berikutnya yaitu PA Bengkayang. (TRS)