660 TUAKA DAN DIRJEN BADILAG SAMPAIKAN PEMBINAAN DI KALIMANTAN BARAT

Arsip Berita

Tuaka dan Dirjen Badilag Sampaikan Pembinaan di Kalimantan Barat

 

Ket Foto dari kiri: Dirjen Badilah, Tuaka dan KPTA Pontianak

 

Mempawah - Menjelang purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Pontianak Drs. H. Maslihan Saifurazi, SH, MH, hari Selasa kemarin (27/10/2019), PTA Pontianak menggelar pembinaan untuk para KPTA se Indonesia, Hakim Tinggi, Para Hakim, Panitera dan Sekretaris se wilayah PTA Pontianak.

 

Pada kesempatan tersebut, Hadir menyampaikan Pembinaan Ketua Kamar Agama (Tuaka) Mahkamah Agung, Yang Mulia Dr. Drs. H. Amran Suadi, SH, MH, MM dan Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Peradilan Agama Dr. Drs. H. Aco Nur, SH, MH.

 

Dalam pembinaannya, Tuaka mengingatkan para hakim supaya bisa memegang hukum acara tanpa penafsiran lagi. Menurutnya, hukum acara itu merupakan role game dalam menegakkan hukum materil.

 

"Hukum acara itu jangan ditafsiri lagi, contoh misalnya, rentang waktu mengajukan banding itu 14 hari, maka kalau ada yang mengajukan banding lebih dari 14 hari, karena alasan akses jauh dan sebagainya, tidak bisa itu, karena hukum acara merupakan aturan yang harus ditaati untuk kepastian hukum" Terang Mantan Wakil KPTA Surabaya ini.

 

Dalam kesempaat itu juga, Dirjen Badilag mengingatkan para pimpinan Pengadilan Agama untuk menerapkan 9 inovasi yang telah diluncurkan Badilag bulan Agustus yang lalu. Menurutnya, 9 inovasi tersebut merupakan upaya Ditjen Badilag dalam mengimplementasikan visi Magkamah Agung untuk memodernisasi persidangan secara elektronik.

 

"Pokoknya sekarang semua Pengadilan Agama wajib menerapkan 9 Inovasi yang sudah kita luncurkan, terus terang inovasi yang sudah kita luncurkan tersebut sangat diapresiasi oleh pimpinan kita di Mahkamah Agung, bahkan para tamu kita dari luar negeri." Terang mantan Kepala BUA Mahkamah Agung ini.