658 26 PASUTRI IKUTI KEGIATAN LAYANAN TERPADU DI DESA JUNGKAT

Arsip Berita

‎26 Pasutri Ikuti Kegiatan Layanan Terpadu di Desa Jungkat

Terlihat para pesrta pelayanan terpadu 

MEMPAWAH | www.pa-mempawah.go.id 

Mempawah – Bertempat di Gedung Lestari Desa Jungkat Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah, hari ini (24/10/2019) sebanyak 26 Pasangan Suami Isteri (Pasutri) antusias mengikuti kegiatan layanan terpadu. Kegiatan Layanan terpadu ini terdiri dari sidang isbat nikah oleh Pengadilan Agama Mempawah, Penerbitan Akta Nikah oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siantan dan Penerbitan dokumen Kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mempawah.

Kegiatan kali ini dikoordinir oleh Dewan Masjid Kabupaten Mempawah, Dewan masjid sendiri bertugas mengkoordinir masyarakat Desa Jungkat yang berminat mengikuti layanan terpadu ini dan selanjutnya mengkoordinasikannya dengan Pengadilan Agama Mempawah, KUA Kecamatan Jungkat dan Dukcapil kab. Mempawah

Hadir dalam acara pembukaan kali ini, Staff Ahli Bupati Kabupaten Mempawa R. Zulkarnain, yang bertindak mewakili Bupati Mempawah. Pada kesempatan tersebut Zulkarnain menyatakan rasa syukurnya atas terselenggranya kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat

Saya mewakili ibu bupati merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, karena banyak masyarakat yang tidak memiliki buku nikah, anak-anaknya tidak memiliki akta kelahiran, oleh karena itu insyaallah dengan mengikuti kegiatan ini mereka bisa mendapatkan hak-hak mereka memiliki dokumen kependudukan”    Terangnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Pengadilan Agam (PA) Mempawah Dra. Hj. Taslimah, M.H yang juga bertindak sebagai Hakim yang ikut menyidangkan perkara isbat nikah tersebut, dalam sambutannya Taslimah mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan pernikahan sirri tanpa terdaftar ke KUA karena tindakan tersebut hanya akan merugikan diri sendiri khususnya bagi kaum wanita dan anak-anak.

Oleh karenanya, lain kali untuk anak cucu kita nanti, jangan sampai ada muda mudi yang mau nikah tanpa lapor dan dicatat di KUA karena kalau tidak punya buku nikah, maka pernikahan mereka tidak diakui negara dan akan susah mendapatkan dokumen kependudukan atas nama suami isteri tersebut, contoh saja anak kita, bila kita tidak punya buku nikah maka di akta tersebut tidak akan tercantum nama bapaknya, bahkan ada yang tidak bisa dapat akta lahir sama sekali” Pungkas Taslimah dalam sambutannya.

Bagi sebagian masyarakat Desa Jungkat sendiri, tidak adanya buku nikah bukan karena disebabkan pernikahan mereka tidak tercatat, namun beberapa pasutri mengaku tidak memiliki buku nikah akibat kerusuhan Sambas tahun 1999 dahulu, karena kerusuhan yang memilukan tersebut, rumah-rumah mereka ikut terbakar dan otomatis dokument-dokumen penting mereka juga ikut terbakar, termasuk buku nikah, bagi yang ingin menikah sendiri otomatis tidak bisa melengkapi persyaratan pernikahan di KUA karena dikumen kependudukan mereka ikut hilang, seperti diceritakan salah satu peserta yang bernama Ahmadi bin Mudallan. Ia merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan salah satu alasan menikuti isbat nikah ini karena buku nikah mereka ikut hilang seiring terjadinya kerusuhan tersebut.

“kami merasa bersyukur atas adanya kegiatan ini, dengan demikian nantinya kami bisa mendapatkan buku nikah dan juga dokumen-dokumen kependudukan kami lainnya, selama ini kami tidak unya buku nikah akibat kerusuhan Sambas dahulu, dokumen-dokumen kependudukan kami seperti KTP, Kartu keluarga hilang semua termasuk yang punya buku nikah, hilang. Makanya yang mau nikah tidak bisa memenuhi syarat untuk dicatat karena tidak punya KTP” Cetus Ahmadi kepada redaktur mempawah.go.id pagi ini.