Prosedur Berperkara Tingkat Banding

Category: Uncategorised Published: Monday, 23 May 2016 Written by adm pa

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

1.

Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar’iah dalam tenggang waktu :

 

a. 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;

 

b. 30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947).

 

 

 

2.

Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).

 

 

 

3.

Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947)

 

 

 

4.

Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947)

 

 

 

5.

Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di kantor pengadilan agama/mahkamah syar’iah (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).

 

 

 

6.

Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi oleh pengadilan agama/mahkamah syar’iah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.

 

 

 

7.

Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi ke pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak.

 

 

 

8.

Pengadilan agama/mahkamah syar’iah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.

 

 

 

9.

Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka panitera :

 

a. Untuk perkara cerai talak :

 

 1) Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.

 

 2) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

 

b. Untuk perkara cerai gugat :

 

 1) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari

 




Hits: 494

Galeri Kegiatan

Kunjungan KPTA Pontianak
Audit Tim Bawas Mahkamah Agung RI
Usai upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Pembinaan oleh Ketua PA Mempawah
Penyuluhan Hukum
Peringatan HUT Mahkamah Agung ke 72
Rapat Evaluasi Aplikasi SIPP
Kunjungan Wakil Ketua Non Yudisial Mahkamah Agung RI
PA Mempawah dapat Mobil Dinas Nissan Extrail dari Kab. Kubu Raya
Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1437 H
Perjalanan Pelayanan terpadu ke Desa Dabong Kecamatan Kubu, Kab. Kubu Raya
Grafik Perkara diterima Tahun 2016 sejumlah 1.818 Perkara
Pisah Sambut Ketua dari Drs. Wanjofrizal ke Mahmud, S.H., M.Hum
Pengajian dan Tausiyah Ramadhan 1438 H / 2017 M

Pesan Peradilan