38 Pasutri Antusias Ikuti Pelayanan Isbat Nikah Terpadu di Sungai Ambawang

MEMPAWAH | www.pa-mempawah.go.id

Proses pelayanan isbat terpadu di Sungai Ambawang

Sebanyak 38 pasangan suami istri (pasutri) mengikuti pelayanan isbat nikah terpadu di aula bekas Puskesmas Sungai Ambawang, Rabu (25/7/2018). Tampak wajah mereka berseri-seri begitu para hakim Pengadilan Agama (PA) Mempawah menetapkan perkawinan mereka sah. Mereka pun langsung menerima akta nikah dari Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Ambawang.

“Alhamdulillah, akhirnya saya punya akta nikah setelah 34 tahun menikah. Sudah lama saya ingin mengesahkan pernikahan saya, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Syukurlah ada kegiatan isbat nikah terpadu di sini,” kata Munis Asmad (51 tahun), warga Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang.

Kakek empat cucu itu mengatakan, ia menikah dengan Hama Durayam pada tahun 1984 secara sirri atau di bawah tangan. Alasannya, karena masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya tidak terbiasa mencatatkan pernikahan di KUA, sehingga ia tidak mengerti bagaimana cara mengurus administrasi pencatatan pernikahan.

Fasilitator Lapang Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kubu Raya, Kholilah, SP., membenarkan banyaknya jumlah warga Kabupaten Kubu Raya yang tidak mempunyai akta nikah. Penyebabnya karena masyarakat memandang bahwa pernikahan yang penting sah menurut agama, tidak perlu ke KUA, cukup dinikahkan oleh ustadz. Apalagi, dulu belum dirasakan pentingnya mempunyai akta nikah.

“Selain kultur masyarakat, faktor yang menyebabkan tidak tercatatnya pernikahan masyarakat, antara lain karena tidak mempunyai biaya, infrastruktur jalan yang belum memadai, tempat tinggal yang jauh dari KUA, kesalahan/kelalaian penghulu nikah yang tidak mengurus pendaftaran pernikahan, adanya kerusuhan sosial sehingga hidup di pengungsian dan tidak tercatat di data kependudukan,” paparnya.

Kholilah menambahkan, oleh karena tingginya angka pernikahan di bawah tangan itu, PEKKA mengkoordinir kegiatan pelayanan terpadu. Dinamakan pelayanan terpadu, karena kegiatan ini melibatkan 3 instansi, yaitu Pengadilan Agama, KUA dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tiap-tiap instansi mengambil peranan sesuai tugasnya.

“Setelah dari Sungai Ambawang, akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan yang lain. Direncanakan dalam tahun 2018 akan menyelesaikan 400 perkara atau 400 pasutri. Seluruh biayanya dianggarkan dari APBD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pengadilan Agama Mempawah, H. Fahrurrozi, SHI., MH., mengatakan bahwa sidang dalam isbat nikah bukan formalitas semata, tetapi tak ubahnya dengan sidang pada umumnya yang mengacu pada hukum acara. Hakim betul-betul memeriksa keabsahan perkawinan pemohon itsbat nikah, apakah telah sesuai dengan ketentuan agama, seperti adanya wali nikah, saksi dan ijab qabul. Bila terbukti perkawinannya dulu tidak benar, hakim pasti menolaknya.

“Hakim juga memeriksa alasan para pemohon tidak menikah di KUA. Kalau alasannya hal remeh, misalnya malas mengurus, hakim dapat menolaknya. Jadi, hakim bukan tukang stempel, asal mengesahkan begitu saja. Hakim hanya mengesahkan yang perkawinannya sah dan penyebab tidak dicatatkannya di KUA beralasan hukum,” lanjutnya.

Hakim asal Pati Jawa Tengah itu menambahkan bahwa instansinya menurunkan 4 hakim didampingi 4 panitera/panitera pengganti yang masing-masing mengadakan sidang tunggal untuk perkara isbat nikah.

“Dari 38 perkara yang disidangkan, ada 2 perkara yang gugur karena pemohon tidak hadir dan ada 1 perkara ditolak karena pemohon tidak dapat membuktikan adanya pernikahan. Selebihnya dikabulkan. Terhadap perkara yang dikabulkan, langsung dikeluarkan produk hukum berupa penetapan. Penetapan dari Pengadilan Agama itu menjadi dasar bagi KUA untuk menerbitkan akta nikah. Dan, kemudian akta nikah dijadikan dasar bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menerbitkan akta lahir bagi anak-anaknya,” pungkasnya. (Sumber: http://pontianak.tribunnews.com)

Pilih Bahasa

English Arabic Armenian Azerbaijani Bulgarian Chinese (Simplified) Dutch Filipino French German Hebrew Hungarian Icelandic Indonesian Italian Malay Spanish Thai

Pimpinan.

Link Terkait

Polling Pendapat

Apakah Web ini sudah memenuhi kebutuhan informasi anda?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

Pengunjung Online

237045
Hari iniHari ini79
KemarinKemarin234
Minggu iniMinggu ini706
Bulan iniBulan ini2794
Total PengunjungTotal Pengunjung237045

Galeri Kegiatan.

Pesan Peradilan.