Beranda

Hadiri Pengukuhan Paskibra, Ini Pesan Hakim Pengadilan Agama Mempawah

 

MEMPAWAH | www.pa-mempawah.go.id

 

Anggota Paskibra berfoto bersama Wakil Bupati Mempawah dan para pimpinan daerah yang tergabung dalam Forkopimda, Rabu (15/8/2018) malam hari.

Salah seorang hakim Pengadilan Agama Mempawah Kelas I-B, H. Fahrurrozi, SHI., MH., menghadiri pengukuhan anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Mempawah, Rabu (15/8/2018) malam hari.Bertempat di aula Kantor Bupati Mempawah, acara tersebut juga dihadiri para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah dan orang tua anggota Paskibra. Kehadiran Fahrurrozi itu mewakili Ketua Pengadilan Agama Mempawah, Drs. Zulkifli Siregar, SH., MH., yang berhalangan hadir karena ada tugas lain.

Begitu selesai pengukuhan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Wakil Bupati Mempawah, Ketua DPRD, Pj. Sekretaris Daerah dan seluruh pimpinan daerah yang tergabung dalam Forkopimda didaulat menyampaikan sambutan berisikan kesan dan pesan kepada anggota Paskibra.

Tampil sebagai pembicara terakhir, Fahrurrozi mengawali sambutannya dengan menceritakan pengalamannya ketika masih duduk di bangku SLTA, tepatnya di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jember Jawa Timur. Dia mengaku sempat meremehkan kawan-kawannya yang ikut ekstrakurikuler Paskibra.

“Saya tidak pernah jadi anggota Paskibra. Pikir saya saat itu, kawan-kawan hanya menghabiskan waktu saja. Tiap hari libur atau sepulang sekolah, mereka berlatih baris-berbaris di bawah terik matahari. Seiring berjalannya waktu, pikiran seperti itu kemudian berubah. Itu setelah saya melihat kawan-kawan saya ditunjuk sebagai Paskibra untuk upacara HUT Kemerdekaan RI di alun-alun kabupaten,” kenangnya.

Dari pengalaman itu, Fahrurrozi berpesan kepada anggota Paskibra agar tidak meremehkan segala sesuatu di dalam hidup ini, biarpun sesuatu itu kelihatannya kecil atau biasa-biasa saja. Terbukti, siswa-siswi yang ikut paskibra bisa tampil di upacara yang istimewa dan penampilannya disaksikan bupati dan para petinggi kabupaten, yang menurutnya adalah sebuah prestasi.

“Pesan yang kedua, ketika melakukan suatu hal, lakukanlah dengan penuh semangat dan fokus. Ketika adik-adik berlatih baris-berbaris, lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Karena apa saja yang baik, yang kita lakukan itu akan kembali untuk kita sendiri, bukan untuk orang lain. Alquran menyebutkan in ahsantum ahsantum li-anfusikum. Artinya, jika kamu melakukan kebaikan maka sesungguhnya kamu melakukan kebaikan untuk dirimu sendiri,” ujarnya.

Tak lupa dalam kesempatan itu, Fahrurrozi mengungkapkan kebanggaannya kepada anggota Paskibra yang tampak gagah dengan pakaian kebesaran warna putih. “Saya bangga, karena saya bisa melihat di Mempawah ini ada pemuda-pemudi yang memberikan harapan masa depan. Saya percaya, untuk terpilih menjadi anggota Paskibra tentulah siswa-siswi berprestasi yang terpilih usai melewati ujian panjang. Sementara di luar sana banyak anak usia sekolah yang tidak seberuntung adik-adik. Mereka harus menikah di usia dini,” tandasnya.

Hakim lulusan Program Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak itu lalu menceritakan banyaknya perkara dispensasi kawin yang diterima Pengadilan Agama Mempawah. Jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun.

“Untuk diketahui, menurut Undang-Undang, anak boleh menikah ketika berusia minimal 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Jika kurang dari itu pasti akan ditolak oleh Kantor Urusan Agama (bagi yang beragama Islam). Dan untuk tetap menikah harus mendapat dispensasi kawin dari Pengadilan. Banyak di antara anak-anak yang ngotot ingin menikah itu karena pihak perempuannya sudah hamil duluan. Jadinya nikah karena terpaksa tanpa persiapan yang memadai. Sungguh sedih saya melihat kenyataan ini,” paparnya.

Fahrurrozi menaruh harapan yang besar kepada putra-putri Mempawah yang tergabung dalam Paskibra. Ia menyemangati mereka agar terus mengejar mimpi dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Siapa lagi yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang kalau bukan generasi muda saat ini.

“Terakhir saya pesankan, jadilah tuan rumah di negeri sendiri. Untuk diketahui, yang menjadi hakim-hakim di Mempawah sekarang banyak dari luar Mempawah. Saya dari Jawa Tengah, ketua saya dari Sumatera Utara, hakim lainnya dari Bogor dan Bantaeng Sulawesi Selatan. Ini Pak Wakil Ketua Pengadilan Negeri dari Bali. Saya berharap, ada di antara anggota Paskibra yang bercita-cita menjadi hakim, baik Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri,” pungkasnya. (Sumber: http://pontianank.tribunnews.com)

Pilih Bahasa

English Arabic Armenian Azerbaijani Bulgarian Chinese (Simplified) Dutch Filipino French German Hebrew Hungarian Icelandic Indonesian Italian Malay Spanish Thai

Pimpinan.

Dra. Hj. Taslimah, M.H

Wakil Ketua

Link Terkait

Polling Pendapat

Apakah Web ini sudah memenuhi kebutuhan informasi anda?
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
  • Votes: (0%)
Total Votes:
First Vote:
Last Vote:

Pengunjung Online

245108
Hari iniHari ini84
KemarinKemarin147
Minggu iniMinggu ini1264
Bulan iniBulan ini4573
Total PengunjungTotal Pengunjung245108

Galeri Kegiatan.

Pesan Peradilan.